BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Setiap orang pastinya
pernah sakit dan pernah berobat ke dokter. Jika anda memperhatikan kwitansi
pembayaran berobat ke dokter biasanya disertakan resep obat berkaitan dengan
penyakit yang di derita. Disana tertulis juga diagnosa mengenai penyakit apa
yang sedang menyerang badan. Jika kita tidak pernah sekolah atau mempelajari
dunia kedokteran pastinya kita tidak mengerti arti diagnosa tersebut.
Nah, makalah ini membahas
Bagaimana Cara Mempelajari Terminologi
Medis (Ilmu Penyakit & Laboratorium Kesehatan).
Dalam
mempelajari Ilmu Penyakit & Laboratorium Kesehatan, sebelumnya kita harus
mengenal istilah-istilah medis yang sering digunakan dalam dunia kesehatan.
Dalam hal ini istilah tersebut sering dikenal dengan nama Terminologi Medis. Terminologi medis merupakan ilmu peristilahan
medis.
Beberapa pengertian
tentang terminology yaitu:
1. The tehnical / special term or
expression used in a business, art, science or special subject.
2. Nomenclature as a field of study (Webster’s
3rd International Dictionary)
Dalam hubungannya antar
profesi kesehatan, dibutuhkan adanya sebuah bahasa komunikasi. Bahasa
komunikasi tersebut dikenal dengan istilah
medis. Istilah medis merupakan bahasa profesi medis / kesehatan yang
merupakan sarana komunikasi antara mereka yang berkecimpung langsung / tidak
langsung di bidang asuhan / pelayanan medis / kesehatan. Oleh karena itu,
istilah medis ini harus dipahami dan dimengerti oleh setiap profesi kesehatan
agar dapat terjalin komunikasi yang baik.
B. Rumusan Masalah
Beberapa masalah yang dibahas dalam
makalah ini, diantaranya:
1. Sejarah Singkat Terminologi Medis
2. Cara
Mempelajari/Pembelajaran Termiologi Medis dengan mudah dan praktis
3. Keuntungan Mempelajari istilah
medis / Terminologi Medis
C.
Tujuan Penulisan
Secara umum diharapkan baik penyusun
maupun pembaca :
- Dapat lebih memahami dan menerapkan di lingkungan yang berhubungan dengan medis (kehidupan sehari-hari),
- Mengetahui sejarah singkat Terminologi Medis dan berbagai istilah dalam medis
- Mengetahui dan menerapkannya sendiri cara mempelajari Terminologi semudah dan seperaktis mungkin.
- Mengetahui apa saja keuntungan yang di dapat setelah mempelajari Terminologi Medis.
D.
Sistematika Penulisan
Untuk menjelaskan dari
uraian-uraian yang terdapat pada rumusan masalah, makalah ini dituangkan dalam
sistematika penulisan yang meliputi pendahuluan, isi atau pembahasan dan
penutup/ kesimpulan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Singkat Terminologi Medis
Pada awalnya disadari
oleh para ilmuwan di bidang kesehatan bahwa diperlukan kata-kata yang seragam
untuk menyatakan penemuan-penemuan medis yang dimulai dari zaman Rennaisance
(atau rebirth dalam bahasa Inggrisnya, yang dimulai pada sekitar abad 13-17 di
Italia lalu ke bagian Eropa lain) sampai sekarang dan kemudian para Ilmuwan
kesehatan cenderung berkiblat kepada ahli medis Yunani dan Romawi.
Sebagian besar (±_75% Istilah) istilah berasal dari
bahasa yunani kuno (G) dan Latin (L). pemakaian bahasa yunani kuno (G) dan
Latin (L) karena konsisten dan mempunyai pengertian yang sama.
Catatan klinik yang
ditemukan pada masa Hippocrates (460-370 SM) dari Yunani yang diakui dunia
sebagai “Bapak Kedokteran”, Galen dan Asistotle (460 BC- 201 AD) ditulis banyak
menggunakan bahasa yunani contoh bronchus, carcinoma, coccyx, diatole,
emphysema, erytheme, glaucoma,
herpes, meninges, pancreas, thorax, dan urethra.
Teminologi medis adalah
istilah yaang banyak dipakai dalam bidang kesehatan medis sebagai bahan
komunikatif profesional kesehatan agar tepat dan efektif, efektif karena dapat
dibentuk kembali menjadi kata yang baru dengan menambahkan awalan atau akhiran
yang tetap mempunyai makna contoh gastrodoudenostomy
yang berasal dari gastro+duodenum+stomy artinya tindakan pada gaster atau
usus.
Hakekatnya pembahasan
terminologi medis titik berat materi ada pada pengetahuan tentang struktur,
korelasi dan formasi istilah medis secara benar dalam persiapan menghindari
salah kutip/tulis/ejaan istilah diagnosis pasien, dalam kaitan tugas mencatat,
mengkoreksi, menyimpan dan mengrelease infomasi medis.
B.
Cara
Mempelajari/Pembelajaran Terminologi Medis dengan Mudah dan Praktis
Istilah medis memang
terdengar begitu rumit. Sebenarnya istilah ini tidak dimaksudkan agar pasien
tidak mengerti. Tujuannya adalah keseragaman, universalitas. Memang
istilah itu membuat pusing, dokter juga kadang harus berpikir dulu agar
memahami artinya. Hanya karena seringnya mendengar dan memakai, dokter menjadi
terbiasa.
Istilah medis adalah
sebuah kosa kata untuk secara akurat menggambarkan tubuh asing dan komponen
terkait, kondisi, proses dan proses dengan cara yang berbasis ilmu pengetahuan.
Hal ini untuk digunakan di bidang medis dan keperawatan. Pendekatan sistematis
untuk membangun kata dan pemahaman istilah ini didasarkan pada konsep:
- Akar kata (Root),
- Awalan (Prefix),
- Akhiran (Suffix),
- Penggabungan antar bagian
Akar kata adalah istilah
berasal dari bahasa sumber seperti Yunani atau Latin dan biasanya menggambarkan
bagian tubuh. Awalan dapat ditambahkan di depan istilah untuk memodifikasi akar
kata dengan memberikan informasi tambahan tentang lokasi organ, jumlah suku
cadang, atau waktu yang terlibat. Sufiks yang melekat pada ujung akar kata untuk
menambah arti seperti kondisi, proses penyakit, atau prosedur.
Dalam proses menciptakan
istilah medis, aturan tertentu bahasa berlaku. Aturan-aturan ini adalah bagian
dari mekanika bahasa disebut linguistik. Jadi, ketika sebuah istilah yang dikembangkan,
beberapa proses logis diterapkan. Akar Kata dikembangkan untuk memasukkan suara
vokal istilah berikut untuk menambahkan tindakan smoothing dengan suara dari
kata ketika menerapkan suatu akhiran. Hasilnya adalah pembentukan istilah baru
dengan vokal terpasang (akar kata + vokal) disebut bentuk menggabungkan.
Dalam
bahasa Inggris, vokal paling umum digunakan dalam pembentukan bentuk kombinasi
adalah huruf-o-, ditambahkan pada akar kata.
Prefiks biasanya tidak
memerlukan modifikasi lebih lanjut yang akan ditambahkan ke akar kata karena
awalan biasanya berakhir dengan suara vokal atau vokal, meskipun dalam beberapa
kasus mereka mungkin mengasimilasi sedikit dan di-mungkin berubah ke im-atau
syn-ke-simbol. Sufiks dikategorikan
sebagai
- membutuhkan bentuk menggabungkan, atau
- tidak memerlukan bentuk menggabungkan sejak mereka mulai dengan vokal.
Berikut tiga metode
mempelajari Terminologi Medis :
a.
Metode
Pemahaman
Kita ambil satu contoh sederhana: perikarditis
"Peri"
adalah awalan yang berarti sesuatu yang di tepi atau melingkupi
"kard"
artinya jantung
"Itis"
adalah akhiran yang berarti "peradangan"
Jadi Pericarditis artinya peradangan pada jaringan
yang melingkupi jantung.
Tentu mudah memahami kalau ada istilah:
Bradikardi, "bradi"
artinya "lambat" sehingga "bradikardi" berarti denyut
jantungnya melambat.
Takhikardi, "takhi"
artinya "cepat" sehingga "takhikardi" berarti denyut
jantungnya bertambah cepat.
Contoh lain yang menggunakan 2 kata induk:
ureterolithiasis.
"Ureter"
adalah saluran dari ginjal menuju kandung kemih. Dalam bahasa Indonesia juga
disebut ureter. Fonem "o" untuk menghubungkan dengan kata berikutnya.
"Lith" artinya batu, sedang
akhiran "osis atau asis"
artinya proses.
Jadi "Ureterolithiasis" adalah terbentuknya batu pada saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih.
Jadi "Ureterolithiasis" adalah terbentuknya batu pada saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih.
Contoh lain yang lebih kompleks:
Histerosalfingografi.
Histero artinya "uterus"
atau "rahim"
Salfing
adalah nama lain dari tuba fallopii artinya "saluran telur"
Grafi
adalah
"gambar/foto".
Fonem "o" adalah kata penghubung antar
masing-masing kata induk tersebut.
Jadi Histerosalfingografi berarti: gambar dari rahim dan saluran telur yang diperoleh dengan foto rontgen.
Jadi Histerosalfingografi berarti: gambar dari rahim dan saluran telur yang diperoleh dengan foto rontgen.
(Kata "histeris" itu diduga juga berakar
dari kata "histero" yang berarti rahim ini. Ada yang menyebut karena
ketika berkontraksi rahim menjadi begitu keras dan kaku. Ada yang menyebut dari
ekspresi wanita ketika rahimnya berkontraksi dan mengejan kuat-kuat).
Kalau kita tengok penulisannya dalam bahasa
Inggris, maka proses adopsi ini mudah diikuti.
Perikarditis: Pericarditis
Ureterolithiasis: Ureterolithiasis
Histerosalfingografi: Hysterosalphingography
Kita coba yang menarik
juga: Muscullus Sternocleidomastotideus. Artinya: otot (muscullus) yang
menghubungkan antara tulang sternum, tulang klavikula (salah satu bagiannya
dilekati otot ini) dan tulang mastoid. Dihubungkan dengan fonem penyambung
"o". Pada anak-anak, adanya peradangan di faring sering diikuti
pembesaran kelenjar di sepanjang otot sternokleidomastoideus ini.
Beberapa Awalan, Artinya dan Contoh Penggunaannya:
1) Hiper:
tinggi atau banyak, misalnya hipertensi, hipertiroid, hiperkoagulasi,
hiperglikemia, hiperkolesterolemia
2) Peri:
bagian tepi, yang melingkupi, misalnya perikardium (melingkupi jantung),
peritoneum (melingkupi organ-organ dalam)
3) Dis:
suatu gangguan, ketidak normalan, atau nyeri; misalnya disuria (nyeri saat
berkemih), dismenorrhea (nyeri saat menstruasi),
4) A
atau An: bersifat negatif, kurang, tidak seharusnya; misalnya aritmia (irama
jantung tidak teratur), agenesis (tidak terbentuk), avitaminosis (kondisi
kekurangan vitamin)
5) Hipo:
rendah; misalnya hipotensi, hipoglikemia, hipotiroid
6) Hemi:
separoh, sebelah; misalnya hemi-an-opsia (kehilangan penghilatan pada satu
sisi/sebelah); hemi-parese (kelemahan otot pada satu sisi kanan-kiri atau satu
dari dua alat gerak tangan-kaki).
7) Ipsi:
satu sisi yang sama; misalnya hemiparese ipsi-lateral (ada gangguan syaraf
dimana pada wajah terjadi pada sisi kanan-kiri yang sama dengan sisi dari
tangan-kaki yang mengalami kelemahan otot).
8) Kontra:
sisi yang berlawanan; misalnya hemiparese kontra-lateral (sisi gangguan pada
wajah berlawanan dengan sisi kelemahan otot pada tangan-kaki).
9) Supra/superior:
atas, lebih; misalnya kelenjar supra-renal (kelenjar di bagian atas dari
ginjal); vena cava superior (pembuluh darah balik jantung dari bagian atas
tubuh)
10) Sub/Inferior: bawah,
lebih dalam; misalnya vena cava inferior (pembuluh darah balik jantung dari
bagian bawah tubuh), jaringan sub-mucosa (bagian sebelah dalam dari atau di
bawah jaringan lendir).
Berikut beberapa Akhiran, Artinya dan Contoh Penggunannya:
1) Algia:
nyeri misalnya neuralgia (nyeri pada syaraf), sefalgia (sakit kepala),
2) Blast:
tahap awal suatu pertumbuhan, misalnya sitotrofoblas (sel-sel bakal pembentuk
plasenta pada kehamilan).
3) Ectomi/tomi:
operasi untuk mengangkat sesuatu atau tindakan memotong sesuatu; misalnya
appendektomi (mengoperasi usus buntu), prostatektomi (mengangkat kelenjar
prostat), Phlebotomi (tindakan membuka/menusuk pembuluh darah).
4) Itis:
peradangan; misalnya faringitis (peradanga pada faring), bronkhisis (peradangan
pada bronkhus/saluran nafas utama), hepatitis (peradangan pada
hepar/liver/hati).
5) Lisis:
hancur, hilang, lebur, lepas; misalnya adhesiolisis (pelepasan ikatan dua
jaringan/organ), hemodialisis (pembersihan darah kotor/cuci darah: hemo artinya
darah).
6) Oma:
pertumbuhan tidak normal, tumor; misalnya hepatoma (tumor pada hepar/liver),
mioma (tumor pada otot), mioma uteri (tumor pada jaringan otot dinding rahim),
hemangiona (tumor pada dinding pembuluh darah).
7) Oskop/oskopi:
melihat, alat untuk melihat; misalnya endoskopi (melihat bagian dalam tubuh,
seperti saluran cerna, tanpa menembus jaringan), laparoskopi (teknik diagnosa
dengan melihat bagian dalam tubuh dengan cara menembus kulit/jaringan, bisa
diteruskan dengan tindakan terapi/operasi), rektoskopi (melihat bagian dalam
rektum, misalnya pada kecurigaan kanker rektum).
8) Osis/asis:
proses, suatu kondisi; misalnya lithiasis (terbentuk batu di suatu tempat);
endometrosis (suatu kondisi terdapatnya jaringan dinding rahim di tempat yang
tidak seharusnya),
9) Pati:
suatu yang tidak normal atau rusak; misalnya kardiomiopati (kelainan pada otot
dinding jantung), retinopati (kerusakan pada retina mata, misalnya pada
diabetes), nefropati (kerusakan pada nefron/bagian dari ginjal misalnya pada
diabetes), ensefalopati (kondisi penyakit yang menimbulkan gangguan di otak).
10) Plasti:
membentuk seperti, memperbaiki mendekati bentuk semula; misalnya rinoplasti
(memperbaiki hidung setelah cedera), vaginoplasti (membentuk vagina pada
kelainan organ kelamin)
11) Pnea:
pernafasan; misalnya apnea (tidak/sulit bernafas); takhipnea (frekuensi
pernafasan terlalu cepat)
12) Rrhea:
aliran; misalnya diarrhea/diare (aliran dari saluran cerna), amenorrhea (tidak
terjadi menstruasi),
13) Sklerosis:
proses pengerasan; misalnya arterioskleroris (pengerasan dinding pembuluh darah
oleh timbunan lipid)
14) Uria:
kandungan dalam urin melebihi/yang tidak normal; misalnya glukosuria (terdapat
glukosa dalam urin), hematuria (terdapat darah dalam urin), proteinuria (terdapat
protein dalam urine).
15) Emia:
terdapat dalam darah; misalnya bakteriemia (terdapat bakteri dalam jumlah yang
berbahaya dalam darah), hiperglikemia (kadar glukosa dalam darah terlalu
tinggi)
16) Parese:
kelemahan tonus/kontraksi otot; misalnya hemiparese (lihat penjelasan
sebelumnya).
17) Paralise:
kelumpuhan tonus/kontraksi otot; kalau parese berarti elemahan, paralise
berarti kelumpuhan.
b.
Metode
Pengahapalan (Percakapan)
Metode Penghapalan adalah
cara kedua mempelajari Terminologi Medis yaitu dengan cara buat memahami anatomi
dan fisiologi yang rumit.
Terminologi Medis sendiri ada beberapa yang berhubungan sama bahasa inggris, kita tinggal mengaitkannya, dan yang terpenting kita paham kata dasarnya.
Terminologi Medis sendiri ada beberapa yang berhubungan sama bahasa inggris, kita tinggal mengaitkannya, dan yang terpenting kita paham kata dasarnya.
Misal:
1) Cavitas (dari kata
cave) →
ruang
2) Nasal/nasi →
hidung
3) Anterior →
atas
4) Margo (dari kata
margin)
→ batas
5) Oris (dari kata oral) →
mulut
6) Articulatio →
persendian
7) Osseus
→ tulang
8) Palpebra →
kelopak
9) Sternum →
tulang pipih antara rusuk kita, di tengah dada.
10) Gaster → lambung
11) Encephal
→ Otak
12) Gynec
→ Wanita
Nah, jika sudah paham/hafal kata
dasar-dasarnya, maka memahami terminologi yang panjang jadi lebih mudah.
misal :
1) Labium Oris (bibir
pada mulut)
2) Cavitas Nasal (rongga
hidung)
3) Articulatio Radio Ulnaris Distal (Persendian <antar> Os. Radius dan Os.
Ulna bagian menjauh dari tubuh)
4) Bifurcatio Trachealis (percabangan
trachea)
5) Palpebra Superior (kelopak mata
atas)
6) Parasternalis (bagian
atas sternum)
7) Asidosis Respiratorik (keracunan
zat asam pada sistem pernafasan)
Kemudian kita harus berusaha
bercakap kepada teman sesama
mahasiswa memasukkan istilah di atas. contoh :
1) Bisa
Lebih cepat! Saya kebelet miksi (pipis). Sampai terasa flatus (kentut).
2) Engkau
Gynec (wanita) yang cantik!
3) Apakah
Oris (mulut) kamu sakit?
c.
Metode
Pencarian dan Pembelajaran dari Medical Dictionary Online
Medical Dictionary Online
adalah metode ke tiga untuk mempelajari Terminologi Medis secara mudah dan
praktis, bukan hanya pemahaman tetapi pencarian kata medis menjadi lebih
singkat dari pada harus membawa buku kamus medis yang begitu tebal. Dan ini
merupakan solusi terbaik bagi anda maupun bagi pelajar/mahasiswa yang ingin
mempelajari dunia kesehatan secara mendalam. Dengan bantuan Medical Dictionary
Online ini kita dapat mempelajari dunia kedokteran/medis secara gratis.
Berikut daftar website
yang bisa membantu anda untuk mempelajari dunia kedokteran :
1)
Medline Plus
2)
MeiLexicon
6)
WebMD
7)
Medic8
Dengan bantuan ke tujuh website diatas tentunya akan banyak sekali pengetahuan yang bisa anda dapatkan mengenai dunia kedokteran sehingga belajar Terminologi Medis menjadi lebih mudah dan praktis.
C. Keuntungan belajar/memahami Terminologi Medis
Pasti kita sudah sering
melihat dan membaca istilah-istilah medis yang aneh-aneh dan kita tidak tahu
artinya yang kita lihat di rumah sakit, resep, rekam medis, dan majalah-majalah
kesehatan yang sering kita baca. Sangat penting kiranya bagi kita kita
semua untuk mengetahui istilah medis yang sering
digunakan secara umum. Secara tidak langsung dengan belajar
mengetahui istilah-istilah tersebut kita bisa tahu arti sebenarnya dari
kata-kata aneh tersebut.
Manfaat
utama dari menggunakan Terminologi Medis adalah agar mereka yang terlibat dalam
bidang medis akan memiliki bahasa yang sama. Dengan cara ini, seorang dokter/pramedis
dapat memanggil yang lain untuk konsultasi melalui telepon dan memiliki pemahaman
tertentu dari sebuah situasi dan menggunakan istilah medis ini menghilangkan
kesalahpahaman.
Selain itu apabila kita sudah belajar dan memahami
Terminologi Medis apabila kita sakit dan menjadi pasien di rumah sakit/klinik,
kita sebagai pasien yang memahami istilah medis, termasuk anatomi dan
fisiologi, akan bisa menjelaskan kepada dokter gejala dan keprihatinan sakit kita.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Teminologi medis adalah
istilah yaang banyak dipakai dalam bidang kesehatan medis sebagai bahan
komunikatif profesional kesehatan agar tepat dan efektif, efektif karena dapat
dibentuk kembali menjadi kata yang baru dengan menambahkan awalan atau akhiran
yang tetap mempunyai makna.
Istilah medis adalah
sebuah kosa kata untuk secara akurat menggambarkan tubuh asing dan komponen
terkait, kondisi, proses dan proses dengan cara yang berbasis ilmu pengetahuan.
Hal ini untuk digunakan di bidang medis dan keperawatan. Pendekatan sistematis
untuk membangun kata dan pemahaman istilah ini didasarkan pada konsep:
1. Akar
kata (Root),
2. Awalan
(Prefix),
3. Akhiran
(Suffix),
4. Penggabungan
antar bagian
Ada tiga metode dalam
mempelajari Terminologi Medis yaitu Metode Pemahaman/Penggabungan Kata, Metode
Penghafalan dan Percakapan, Metode
Pencarian dan Pembelajaran dari Medical Dictionary Online.
Manfaat
utama dari menggunakan Terminologi Medis adalah agar mereka yang terlibat dalam
bidang medis akan memiliki bahasa yang sama, dan apabila kita sakit dan menjadi
pasien di rumah sakit/klinik, kita sebagai pasien yang memahami istilah medis,
termasuk anatomi dan fisiologi, akan bisa menjelaskan kepada dokter gejala dan
keprihatinan sakit kita.
B. Saran
Mudah-mudahan makalah ini
dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan bagi pembaca semuanya. Serta
diharapkan, dengan diselesaikannya makalah ini, baik pembaca dan penyusun lebih
paham bagaimana mempelajari Terminologi Medis supaya lebih mudah dan efesien
serta dapat diterapkan dalam dunia medis sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
Arief Z.R. Terminologi Medis.
Yogyakarta: Mitra Cendekia Press, 2009
Denika, 2012. “Medical Terminology.”http://denika22.blogspot.com
Klobot, 2011. “Memahami Berbagai
Istilah dalam Medis”. http:// www. klobot. com/2011/02/memahami-berbagai-istilah-bahasa-dalam.html
Tonang, 2006. “Memahami Istilah
Medis”. http:// tonang. staff. uns. ac. id/ memahami- istilah- medis/2006/06/06/
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,
yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul “Metode Pembelajaran Termudah Mempelajari Terminologi Medis”
Penulisan makalah ini merupakan persyaratan untuk menyelesaikan
tugas mata kuliah Terminologi Medis I (Ilmu Penyakit dan Lab. Kesehatan
I) Politeknik Dharma Patria Kebumen. Dalam penulisan makalah ini
penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak
yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada :
- Ibu. Nova Ari Pangesti, S.Kep.,Ns. selaku dosen pembimbing mata kuliah Terminologi Medis I (Ilmu Penyakit dan Lab. Kesehatan I) yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pkiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini
- Rekan-rekan semua di kelas TERM-W31/13.
- Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis.
- Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga
Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan
bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa
Robbal ‘Alamiin.
Dalam Penulisan makalah ini
penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik
dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Cilacap, 08 Mei 2014
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ………………………………………………………………….i
Kata Pengantar.................................................................................................... ii
Daftar Isi............................................................................................................. iii
Bab I : Pendahuluan............................................................................................ 1
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan................................................................................... 2
D. Sistematika Penulisan............................................................................ 2
Bab II : Pembahasan........................................................................................... 3
A. Sejarah Singkat Terminologi Medis...................................................... 3
B. Cara Mempelajari/Pembelajaran
Terminologi Medis dengan Mudah.... 4
C. Keuntungan belajar/memahami
Terminologi Medis.............................. 14
Bab III : Penutup................................................................................................ 15
A. Kesimpulan........................................................................................... 15
B. Saran...................................................................................................... 15
Daftar Pustaka
TUGAS MAKALAH
TERMINOLOGI MEDIS I
( ILMU PENYAKIT DAN
LAB. KESEHATAN I)
METODE PEMBELAJARAN TERMUDAH MEMPELAJARI TERMINOLOGI
MEDIS
OLEH :
LEKA DWINDA PRIYANA 13314039
MELYANA LULU HIKMAH M. 13314009
MIRZA SAHADAT 13314046
PROGRAM DIPLOMA III
TEKNIK ELEKTRONIKA DAN REKAM MEDIS
KESEHATAN
POLITEKNIK DHARMA PATRIA
KEBUMEN
2014








Tidak ada komentar:
Posting Komentar