BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Komputer
merupakan suatu peralatan yang sangat canggih pada dewasa ini di mana dengan
menggunakan komputer kita mampu melaksanakan tugas yang berat menjadi mudah. Komputer
yang sangat canggih tidak mampu bekerja apabila tidak memiliki sebuah perangkat
yang bernama Processsor, di mana Processor ini berada atau terletak pada suatu
tempat yang bernama Motherboard. Oleh sebab itu, dengan melihat kondisi
tersebut, timbul keinginan dari penulis untuk lebih memahami bagaimana struktur
sistem pada matherboard yang terpilih menjadi tempat dari otak sebuah komputer
yaitu processor. Serta bagaimana interaksi yang terjadi antara processor dengan
komponen-komponen yang berada pada motherboard.
Motherboard
adalah salah satu komponen dari Rangkaian Komputer, Komponen tersebut dinamakan
Motherborad karena memang komponen ini merupakan komponen utama dari rangkaian
CPU, jadi motherboard dapat diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Papan Induk
atau papan utama.
Sesuai
namanya, motherboard atau sering juga disebut mainboard adalah papan sirkuit
tempat semua komponen lain dihubungkan. Di sana ada berbagai slot untuk
menancapkan keping kecil RAM (Random Access Memory) dan adapter. Di sana
ditancapkan prosesor.
Seirng
dengan perkembangan waktu, motherboard mengalami berbagai perkembangan yang
disertai juaga dengan perkambangan dari komponen-komponennya. Dimana
perkembangan akan sangat mempngaruhi mekansme kerja sebuah perangkat menjadi
lebih canggih lagi.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah
yang dimaksud dengan Motherboard?
2. Bagaimana
sejarah Motherboard?
3. Bagaimana
klasifikasi Motherboard dan
komponennya?
4. Apa
saja faktor penunjang kinerja Motherboard?
5. Jenis-jenis
Motherboard, faktor penunjangnya
6. Apa
langkah-langkah memilih Motherboard dan Perawatannya?
C. Tujuan Penulisan
1. Memenuhi
tugas mata kuliah Pengantar Hardware dan Jaringan
2. Menambah
wawasan dan pemahaman tentang Motherboard secara spesifik.
D. Sistematika Penulisan
Untuk menjelaskan dari uraian-uraian yang
terdapat pada rumusan masalah, makalah ini dituangkan dalam sistematika
penulisan yang meliputi pendahuluan, isi atau pembahasan dan penutup/
kesimpulan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Fungsi Motherboard
Papan induk
(Inggris:
motherboard) adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik
saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo.
Pengertian lain dari Motherboard atau
dengan kata lain mainboard adalah papan utama berupa pcb yang memiliki chip
bios (program penggerak), jalur-jalur dan konektor sebagai penghubung akses
masing-masing perangkat.
Motherboard yang banyak ditemui
dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC yang pertama kali dibuat
dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC IBM.
Motherboard atau disebut juga dengan
Papan Induk Motherboard merupakan komponen utama dari sebuah PC, karena pada
Motherboard-lah semua komponen PC anda akan disatukan. Bentuk motherboard
seperti sebuah papan sirkuit elektronik. Motherboard merupakan tempat berlalu
lalangnya data. Motherboard menghubungkan semua peralatan komputer dan
membuatnya bekerja sama sehingga komputer berjalan dengan lancar.
Lalu lintas data semuanya diatur oleh motherboard, mulai dari peranti peyimpanan (harddisk, CD-ROM), peranti masukan data (keyboard, mouse, scanner), atau printer untuk mencetak.
Lalu lintas data semuanya diatur oleh motherboard, mulai dari peranti peyimpanan (harddisk, CD-ROM), peranti masukan data (keyboard, mouse, scanner), atau printer untuk mencetak.
B. Sejarah
Motherboard
pertama kali dibuat pada tahun 1977, oleh Apple untuk Apple II-nya. Sebagai
informasi, dulu komponen-komponen komputer seperti seperti CPU dan memori
ditempatkan di satu kartu tersendiri, dan dihubungkan dengan kabel-kabel.
Tampilannya sangat ruwet.
Karena
sangat repot menghubungkan satu komponen PC dengan komponen lainnya, para
pengembang produk komputer punya ide untuk membuat satu tempat khusus untuk
menampung berbagai periferal komputer. Terciptalah suatu papan lebar yang
berisis beragam slot sebagai tempat menyolokkan komponen-komponen PC. Papan itu
dinamai motherboard.
Perubahan
dalam desain dan teknologi motherboard terus berkembang. Di awal tahun 200-an,
pengintegrasian diperluas. Motherboard kini dilengkapi fitur sound dan VGA yang
langsung menempel di badannya, istilah lainnya onboard. Fitur lainnya yang kini
bisa didapat dari beberapa motherboard berupa konektivitas USB, FireWire, dan
LAN.
Antara
tahun 1980 sampai 1990, penggabungan beberapa fungsi periferal ke dalam moterboard
mendorong pencitraan motherboard ke dalam bentuk yang makin ekonomis. Integrasi
pertama yang dilakukan adalah dengan menggabungkan slot keyboard, mouse, dan
floopy drive, serta port serial dan port paralel ke dalam motherboard.
Jika
Anda perhatikan, hingga saat ini standar bentuk dari motherboard pun masih
berubah-ubah. Standar awal yang pertama kali digunakan digunakan adalah PC/XT,
dan dipakai IBM. Setelah itu, muncul lagi AT (Advance Technology). Setelah AT,
muncul standar baru yang hingga kini masih digunakan, yaitu ATX (Advance
Technology Extension). Standar ATX lalu dimodifikasi menjadi Mini ATX dan Micro
ATX.
Berikut ini daftar
produsen Motherboard :
ASUS
ABIT
ECS
GIGABYTE
MSI
C. Istilah-Istilah dalam Motherboard
1. BIOS
Singkatan dari Basic Input/Output System. Merupakan kumpulan informasi motherboard dan juga merupakan software berisi perintah-perintah dasar. Fungsi utamanya adalah sebagai sarana komunikasi antara sistem operasi dengan hardware yang terpasang pada motherboard.
Singkatan dari Basic Input/Output System. Merupakan kumpulan informasi motherboard dan juga merupakan software berisi perintah-perintah dasar. Fungsi utamanya adalah sebagai sarana komunikasi antara sistem operasi dengan hardware yang terpasang pada motherboard.
2. Bus
Istilah yang menyatakan sistem aliran data yang digunakan hardware yang terpasang pada motherboard untuk berkomunikasi dengan prosesor. Satuan yang digunakan biasanya adalah frekuensi (Hertz) atau lebar bit data.
Istilah yang menyatakan sistem aliran data yang digunakan hardware yang terpasang pada motherboard untuk berkomunikasi dengan prosesor. Satuan yang digunakan biasanya adalah frekuensi (Hertz) atau lebar bit data.
3. Clock
Speed
Istilah ini digunakan untuk menyatakan kecepatan dari sebuah prosesor atau komponen lainnya. Angka clock speed didapat dari perkalian multiplier terhadap FSB. Semakin tinggi clock speed, maka semakin tinggi kinerja yang dihasilkan oleh prosesor atau komponen hardware tersebut. Satuan yang digunakan biasanya adalah megahertz (MHz) atau gigahertz (GHz). Biasanya disebut juga sebagai kecepatan eksternal dari sebuah prosesor.
Istilah ini digunakan untuk menyatakan kecepatan dari sebuah prosesor atau komponen lainnya. Angka clock speed didapat dari perkalian multiplier terhadap FSB. Semakin tinggi clock speed, maka semakin tinggi kinerja yang dihasilkan oleh prosesor atau komponen hardware tersebut. Satuan yang digunakan biasanya adalah megahertz (MHz) atau gigahertz (GHz). Biasanya disebut juga sebagai kecepatan eksternal dari sebuah prosesor.
4. FSB
Singkatan dari Front Side Bus, yaitu bus utama yang menghubungkan antara prosesor dengan chipset motherboard. Satuan yang digunakan adalah megahertz (MHz).
Singkatan dari Front Side Bus, yaitu bus utama yang menghubungkan antara prosesor dengan chipset motherboard. Satuan yang digunakan adalah megahertz (MHz).
5.
Heatsink
Komponen yang diletakkan di atas prosesor. Fungsinya adalah menyerap panas yang dihasilkan saat prosesor bekerja. Biasanya sebuah heatsink dilengkapi sebuah kipas untuk menjaga agar suhu prosesor tetap stabil.
Komponen yang diletakkan di atas prosesor. Fungsinya adalah menyerap panas yang dihasilkan saat prosesor bekerja. Biasanya sebuah heatsink dilengkapi sebuah kipas untuk menjaga agar suhu prosesor tetap stabil.
6.
Overclocking
Suatu teknik yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja prosesor, memori, atau kartu grafis, dengan cara meningkatkan FSB atau clock speed komponen tersebut. Teknik ini memerlukan sebuah system pendingin khusus pada komponen, karena menghasilkan panas berlebih, di mana panas berlebih ini dapat merusak sistem PC.
Suatu teknik yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja prosesor, memori, atau kartu grafis, dengan cara meningkatkan FSB atau clock speed komponen tersebut. Teknik ini memerlukan sebuah system pendingin khusus pada komponen, karena menghasilkan panas berlebih, di mana panas berlebih ini dapat merusak sistem PC.
D. Komponen Motherboard
. Konektor Power
Konektor power adalah pin yang menyambungkan motherboard dengan power
supply di casing sebuah komputer. Pada motherboard tipe AT, casing
yang dibutuhkan adalah tipe AT juga. Konektor power tipe AT terdiri
dari dua bagian, di mana dua kabel dari power supply akan menancap di
situ. Pada tipe ATX, kabel power supply menyatu dalam satu header yang
utuh, sehingga kita tinggal menancapkannya di motherboard. Kabel ini
terdiri dari dua kolom sesuai dengan pin di motherboard yang terdiri
atas dua larik pin juga. Ada beberapa motherboard yang menyediakan dua
tipe konektor power, AT dan ATX. Kebanyakan motherboard terbaru sudah
bertipe ATX.
Konektor power adalah pin yang menyambungkan motherboard dengan power
supply di casing sebuah komputer. Pada motherboard tipe AT, casing
yang dibutuhkan adalah tipe AT juga. Konektor power tipe AT terdiri
dari dua bagian, di mana dua kabel dari power supply akan menancap di
situ. Pada tipe ATX, kabel power supply menyatu dalam satu header yang
utuh, sehingga kita tinggal menancapkannya di motherboard. Kabel ini
terdiri dari dua kolom sesuai dengan pin di motherboard yang terdiri
atas dua larik pin juga. Ada beberapa motherboard yang menyediakan dua
tipe konektor power, AT dan ATX. Kebanyakan motherboard terbaru sudah
bertipe ATX.
. Socket atau Slot Prosesor
Terdapat beberapa tipe colokan untuk menancapkan prosesor Anda. Model
paling lama adalah ZIF ( Zero Insertion Force) Socket 7 atau opular
dengan istilah Socket 7. Socket ini kompatibel untuk prosesor bikinan
Intel, AMD, atau Cyrix. Biasanya digunakan untuk prosesor model lama
(sampai dengan generasi 233 MHz). Ada lagi socket yang dinamakan
Socket 370. Socket ini mirip dengan Socket 7 tetapi jumlah pinnya
sesuai dengan namanya, 370 biji. Socket ini kompatibel untuk prosesor
bikinan Intel. Sementara AMD menamai sendiri socketnya dengan istilah
Socket A, di mana jumlah pinnya juga berbeda dengan socket 370.
Istilah A digunakan AMD untuk menunjuk merek prosesor Athlon. Untuk
keluarga prosesor Intel Pentium II dan III, slot yang digunakan
disebut dengan Slot 1, sementara motherboard yang menunjang prosesor
AMD menggunakan Slot A untuk jenis slot yang seperti itu.
Terdapat beberapa tipe colokan untuk menancapkan prosesor Anda. Model
paling lama adalah ZIF ( Zero Insertion Force) Socket 7 atau opular
dengan istilah Socket 7. Socket ini kompatibel untuk prosesor bikinan
Intel, AMD, atau Cyrix. Biasanya digunakan untuk prosesor model lama
(sampai dengan generasi 233 MHz). Ada lagi socket yang dinamakan
Socket 370. Socket ini mirip dengan Socket 7 tetapi jumlah pinnya
sesuai dengan namanya, 370 biji. Socket ini kompatibel untuk prosesor
bikinan Intel. Sementara AMD menamai sendiri socketnya dengan istilah
Socket A, di mana jumlah pinnya juga berbeda dengan socket 370.
Istilah A digunakan AMD untuk menunjuk merek prosesor Athlon. Untuk
keluarga prosesor Intel Pentium II dan III, slot yang digunakan
disebut dengan Slot 1, sementara motherboard yang menunjang prosesor
AMD menggunakan Slot A untuk jenis slot yang seperti itu.
3. orth bridge controller
VIA VT8751A yang memberikan interface prsessor dengan frekuensi
533/400MHz, yang mensupport intel Hypertheading Tecnologi, interface
system memory yang beropersi pada 266MHz, dan interface AGP 1.5V yang
mendukung spesifikasi AGP 2.0 termasuk write protocol dengan kecepatan
4X.
VIA VT8751A yang memberikan interface prsessor dengan frekuensi
533/400MHz, yang mensupport intel Hypertheading Tecnologi, interface
system memory yang beropersi pada 266MHz, dan interface AGP 1.5V yang
mendukung spesifikasi AGP 2.0 termasuk write protocol dengan kecepatan
4X.
4. Socket Memori
Juga ada dua tipe socket memori yang kini beredar di masyarakat
komputer. Memang ada juga socket terbaru untuk Rambus-DRAM tetapi
sampai kini belum banyak pengguna yang memakainya. Socket lama yang
masih cukup populer adalah SIMM. Socket ini terdiri dari 72 pin modul.
Socket yang kedua memiliki 168 pin modul, yang dirancang satu arah.
kita tidak mungkin memasangnya terbalik, karena galur di motherboard
sudah disesuaikan dengan socket memori tipe DIMM.
Juga ada dua tipe socket memori yang kini beredar di masyarakat
komputer. Memang ada juga socket terbaru untuk Rambus-DRAM tetapi
sampai kini belum banyak pengguna yang memakainya. Socket lama yang
masih cukup populer adalah SIMM. Socket ini terdiri dari 72 pin modul.
Socket yang kedua memiliki 168 pin modul, yang dirancang satu arah.
kita tidak mungkin memasangnya terbalik, karena galur di motherboard
sudah disesuaikan dengan socket memori tipe DIMM.
5. Konektor Floppy dan IDE
Konektor ini menghubungkan motherboard dengan piranti simpan computer
seperti floppy disk atau harddisk. Konektor IDE dalam sebuah
motherboard biasanya terdiri dari dua, satu adalah primary IDE dan
yang lain adalah secondary IDE. Konektor Primary IDE menghubungkan
motherboard dengan primary master drive dan piranti secondary master.
Sementara, konektor secondary IDE biasanya disambungkan dengan
pirantipiranti untuk slave seperti CDROM dan harddisk slave. Bagaimana
menyambungkan pin dengan kabel? Mudah sekali. Pita kabel IDE memiliki
tanda strip merah pada salah satu sisinya. Strip merah tersebut
menandai, sisi kabel berstrip merah ditancapkan pada pin bernomor 1 di
konektornya. Bila menancap terbalik, piranti yang terpasang tidak akan
dikenali oleh omputer. Hal yang sama berlaku untuk menyambungkan
kabel floppy dengan pin di motherboard.
Konektor ini menghubungkan motherboard dengan piranti simpan computer
seperti floppy disk atau harddisk. Konektor IDE dalam sebuah
motherboard biasanya terdiri dari dua, satu adalah primary IDE dan
yang lain adalah secondary IDE. Konektor Primary IDE menghubungkan
motherboard dengan primary master drive dan piranti secondary master.
Sementara, konektor secondary IDE biasanya disambungkan dengan
pirantipiranti untuk slave seperti CDROM dan harddisk slave. Bagaimana
menyambungkan pin dengan kabel? Mudah sekali. Pita kabel IDE memiliki
tanda strip merah pada salah satu sisinya. Strip merah tersebut
menandai, sisi kabel berstrip merah ditancapkan pada pin bernomor 1 di
konektornya. Bila menancap terbalik, piranti yang terpasang tidak akan
dikenali oleh omputer. Hal yang sama berlaku untuk menyambungkan
kabel floppy dengan pin di motherboard.
![]() |
6. AGP 4X slot
Slot port penyelerasi gambar ini mensupport grafik card mode 3.3V/1.5V
AGP 4X untuk aplikasi grafis 3D.
Slot port penyelerasi gambar ini mensupport grafik card mode 3.3V/1.5V
AGP 4X untuk aplikasi grafis 3D.
7. South bridge controller
Peripheral kontroler terintegrasi VIA VT8235 yang mensupport berbagai
I/O fungsi termasuk 2-channel ATA/133 bus master IDE controller,
asmpai 6 port USB 2.0, nterface LCP super I/O, interface AC’97 dan PCI
2.2.
Peripheral kontroler terintegrasi VIA VT8235 yang mensupport berbagai
I/O fungsi termasuk 2-channel ATA/133 bus master IDE controller,
asmpai 6 port USB 2.0, nterface LCP super I/O, interface AC’97 dan PCI
2.2.
![]() |
8. Standby Power LEDLed ini menyala jika terdapat standby power di motherboard. LED ini
bertindak sebagai reminder (pengingat) untuk mematikan system power
sebelum menghidupkan atau mematikan mesin.
9. PCI slots
Pegembangan slot PCI 2.2 32-bit in9i mensopport bus master PCI cart
eperti SCSI atau cart LAN dengan keluaran maksimum 133MB/s.
Pegembangan slot PCI 2.2 32-bit in9i mensopport bus master PCI cart
eperti SCSI atau cart LAN dengan keluaran maksimum 133MB/s.
10. PS/2 Mouse Port
Konektor hijau 6 pin ini adalah untuk mouse.
Konektor hijau 6 pin ini adalah untuk mouse.
11. Port Paralel dan Serial
Pada tipe AT, port serial dan paralel tidak menyatu dalam satu
motherboard tetapi disambungkan melalui kabel. Jadi, di motherboard
tersedia pin untuk menancapkan kabel. Fungsi port paralel
bermacammacam, mulai dari menyambungkan komputer dengan printer,
scanner, sampai dengan menghubungkan komputer dengan periferal
tertentu yang dirancang menggunakan koneksi port paralel. Port serial
biasanya digunakan untuk menyambungkan dengan kabel modem atau mouse.
Ada juga piranti lain yang bisa dicolokkan ke port serial. Dalam
motherboard tipe ATX, port paralel dan serial sudah terintegrasi dalam
motherboard, sehingga Anda tidak perlu menancapkan kabel-kabel yang
merepotkan.
Pada tipe AT, port serial dan paralel tidak menyatu dalam satu
motherboard tetapi disambungkan melalui kabel. Jadi, di motherboard
tersedia pin untuk menancapkan kabel. Fungsi port paralel
bermacammacam, mulai dari menyambungkan komputer dengan printer,
scanner, sampai dengan menghubungkan komputer dengan periferal
tertentu yang dirancang menggunakan koneksi port paralel. Port serial
biasanya digunakan untuk menyambungkan dengan kabel modem atau mouse.
Ada juga piranti lain yang bisa dicolokkan ke port serial. Dalam
motherboard tipe ATX, port paralel dan serial sudah terintegrasi dalam
motherboard, sehingga Anda tidak perlu menancapkan kabel-kabel yang
merepotkan.
![]() |
2. RJ-45 Port
Port 25-pin ini menghubungkan konektor LAN melalui sebuah pusat
network.
Port 25-pin ini menghubungkan konektor LAN melalui sebuah pusat
network.
3. line in jack
jack line in (biru muda) menghuungkan ke tape player atau sumber audio
lainnya. Pada mode 6-channel, funsi jack ini menjadai bass/tengah.
jack line in (biru muda) menghuungkan ke tape player atau sumber audio
lainnya. Pada mode 6-channel, funsi jack ini menjadai bass/tengah.
4. line out jack
jack line out (lime) ini menghubungkan ke headphone atau speaker. Pada
mode 6-channel, funsi jack ini menjadi speaker out depan.
jack line out (lime) ini menghubungkan ke headphone atau speaker. Pada
mode 6-channel, funsi jack ini menjadi speaker out depan.
5. microphone jack
jack mic (pink) ini meghubungkan ke mikrofon. Pada mode 6-channel
funsi jack ini rear speaker out belakang.
jack mic (pink) ini meghubungkan ke mikrofon. Pada mode 6-channel
funsi jack ini rear speaker out belakang.
6. USB 2.0 port 1 dan port 2
kedu port USB (universal serial bus) 4-pin ini disediakan untuk
menghubungkan dengan perangkat USB 2.0.
kedu port USB (universal serial bus) 4-pin ini disediakan untuk
menghubungkan dengan perangkat USB 2.0.
7. USB 2.0 port 3 dan port 4
kedu port USB (universal serial bus) 4-pin ini disediakan untuk
menghubungkan dengan perangkat USB 2.0.
18. Video Graphics Adapter Port
Port 15-pin ini adalah untuk VGA monitor atau VGA perangkat lain yang
kompatibel
kedu port USB (universal serial bus) 4-pin ini disediakan untuk
menghubungkan dengan perangkat USB 2.0.
18. Video Graphics Adapter Port
Port 15-pin ini adalah untuk VGA monitor atau VGA perangkat lain yang
kompatibel
19. Konektor Keyboard
Ada dua tipe konektor yang menghubungkan motherboard dengan keyboard.
Satu adalah konektor serial, sedangkan satu lagi adalah konektor PS/2.
Konektor serial atau tipe AT berbentuk bulat, lebih besar dari yang
model PS/2 punya, dengan lubang pin sebanyak 5 buah. Sementara,
![]() |
konektor PS/2 memiliki lubang pin 6 buah dan diameternya lebih kecil
separuhnya dibanding model AT.
20. Batere CMOSBatere ini berfungsi untuk memberi tenaga pada motherboard dalam
mengenali konfigurasi yang terpasang, ketika ia tidak/belum
mendapatkan daya dari power supply.
Berikut komponen
lengkapnya :
E. Jenis-Jenis Motherboard
Jenis motherboard yang Anda pilih untuk sebuah
komputer adalah salah satu aspek yang paling penting dari dalam perancangan
sebuah komputer. Bagi Kebanyakan orang
membeli komputer secara utuh (build up) tidak penting mengetahui tipe-tipe motherboar komputer yang
mereka beli. Karena perusahaan komputer telah menyesuaikan motherboard dengan
beberapa komponen lainnya.

Asus A7S8X-MX Socket A Motherboard and AMD Sempron
3000+ Processor
Motherboard Socket A dirancang untuk digunakan
dengan sistem CPU AMD Duron, Sempron dan Athlon. Jenis motherboard tidak cocok
dengan prosesor yang menggunakan sistem Intel, dan menggunakan 453 pin dapat
terhubung ke CPU. Socket A motherboard dapat mendukung kecepatan pemrosesan
antara 600 MHz dan 2.333 MHz. motherboard Socket A juga memiliki batas heat
sink dari 10,6 ons.

Board: Gigabyte GA-60XT (Intel 815)
RAM: SD-RAM PC133
RAM: SD-RAM PC133
Gigabyte GA-60XT with Intel 815 chipset
Socket 370: Intel Pentium III, Intel Celeron
Motherboard Socket LGA 775 digunakan oleh
Intel untuk prosesor Pentium dan Celeron. LGA 775 motherboard mampu menangani
kekuatan pemrosesan lebih dari motherboard lainnya, seperti data transfer dalam
kapasitas gigabyte. Motherboard ini memiliki koneksi 775-pin untuk
menghubungkannya ke CPU dan memiliki kemampuan untuk bekerja dengan prosesor
dual atau quad, yang memungkinkan transfer data yang lebih cepat.


LGA775 socket for Intel® Core™2 Quad / Core™2
Extreme / Core™2 Duo / Pentium® Extreme / Pentium® D / Pentium® 4 Processors
Compatible with Intel® 05B/05A/06 processors
Support Intel® next generation 45nm multi-core CPU
Compatible with Intel® 05B/05A/06 processors
Support Intel® next generation 45nm multi-core CPU
Motherboard Socket LGA 775 digunakan oleh
Intel untuk prosesor Pentium dan Celeron. LGA 775 motherboard mampu menangani
kekuatan pemrosesan lebih dari motherboard lainnya, seperti data transfer dalam
kapasitas gigabyte. Motherboard ini memiliki koneksi 775-pin untuk
menghubungkannya ke CPU dan memiliki kemampuan untuk bekerja dengan prosesor
dual atau quad, yang memungkinkan transfer data yang lebih cepat.
F.
Faktor-Faktor
Penunjang dari Kinerja Motherboard
1.
Core PC LPX
Untuk kebanyakan pengguna, PC dengan form factor ATX
memang lebih dikenal. Namun, ada juga standar form factor LPX (Low Profi le
eXtension) dan Mini-LPX. Biasanya digunakan pada case desktop low-profi le.
Untuk tetap memungkinkan ukuran PC keseluruhan tetap low-profi le, digunakan
riser card sebagai expansion slot untuk upgrade. Card controller tambahan akan
terpasang dalam posisi sejajar/paralel dengan motherboard. Tentu saja expansion
slot yang tersedia cukup terbatas, tidak lebih sekitar 2-3 slot saja yang
dimungkinkan. LPX banyak terlihat pada PC dari sistem integrator. Form factor
ini memang memungkinkan ongkos produksi yang dapat lebih ditekan, ukuran yang ringkas. Namun untuk kebanyakan
pengguna DIY, akan cukup mengalami kesulitan saat mengakses masing-masing
komponen. Ditambah keringkasannya kurang
memberikan aliran udara untuk pendinginan yang optimal untuk ukuran sekarang.
2.
NLX
NLX (New Low Profi le
Extended) adalah pembaruan dari LPX yang mulai diperkenalkan pada akhir tahun
1990-an. Pada NLX, memiliki ruang yang lebih lapang dibandingkan dengan LPX.
NLX memberikan ruang yang lebih luas untuk memory module, slot expansion, dan
manajemen layout yang lebih baik. Ini memungkinkan proses untuk
membongkarpasang komponen lebih bersahabat. Sehingga memungkinkan untuk
melakukan upgrade dan penambahan komponen motherboard dengan NLX form factor.
Ini sebabnya NLX masih relatif lebih banyak ditemukan pada kebanyakan PC
branded. Dikarenakan NLX masih memiliki keunggulan LPX dalam hal penekanan
biaya produksi, dengan minimalisasi sisi negatif seperti keterbatasan ruang dan
aliran udara untuk pendinginan yang kurang baik.
3.
ATX
Digunakan sejak
pertengahan 1990-an. Berawal dari kebutuhan standardisasi untuk letak I/O port
seperti keyboard, mouse, serial, parallel port, dan seterusnya. Peralihan
menggunakan ATX juga diikuti perubahan PC case dan power supply yang digunakan.
Power switch via software menggunakan 20-pin power connector seperti yang
digunakan sekarang.
4.
Micro-ATX
Masih merupakan bagian
dari form factor ATX. MicroATX memiliki keunggulan yang sama denganATX, dengan
tambahan dimungkinkannya penekanan biaya produksinya. Hal ini dimungkinkan
dengan memperkecil luas penampangnya, dibandingkan ATX. Micro ATX memiliki
jumlah expansion slot yang relative terbatas dibandingkan dengan ATX nya dengan
perubahan layout yang cukup besar. Keunggulan utamanya pada diterapkannya
in-line airfl ow. Perubahan layout-nya memungkinkan pergerakan udara mendi
nginkan komponen utama dalam PC (processor, chipset, and graphics controller)
dalam satu aliran udara. Sekaligus mengurangi tingkat kebisingan dari
turbulensi udara fan Sedianya akan diterapkan tiga macam ukuran form factor
BTX. Tiga ukuran tersebut adalah pico BTX, micro BTX dan (regular) BTX; jika
diurutkan dari ukuran terkecil ke terbesar. Form factor BTX ini sendiri sama
sekali tidak kompatibel dengan ATX. Namun sejak mulai diperkenalkan pada
tahun2004 yang lalu, form factor yang diprakarsai oleh Intel ini belum dapat
diterapkan secara meluas.
G. Langkah-langkah Memilih Motherboard
Pertama : Besar dana yang dimiliki
Kedua : Jenis Prosesor yang digunakan
Ketiga : memilih jenis chipset yang cocok dan
stabil dengan prosesor yang
digunakan
Keempat : memilih
motherboard yang mendukung perangkat terbaru
Kelima :
Memiliki port-port tambahan yang memadai
Keenam :
Jika ingin berhemat pilih yang on-board (all in one)
Ketujuh : Mainboard
yang mampu melakukan overclocking melalui BIOS
H. Perawatan Motherboard
Perawatan yang dilakukan pada
motherboard adalah dengan menjaga suhu dari motherboard, yaitu dengan
memperlancar sirkulasi udara pada system. Karena motherboard tempat
tersambungnya berbagai komponen, maka kabel-kabel yang tersambung perlu diikat
dengan pengikat kabel.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Secara garis besar Papan induk (Inggris:
motherboard) adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik
saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo.
Motherboard atau disebut juga dengan
Papan Induk Motherboard merupakan komponen utama dari sebuah PC, karena pada
Motherboard-lah semua komponen PC anda akan disatukan. Bentuk motherboard
seperti sebuah papan sirkuit elektronik. Motherboard merupakan tempat berlalu
lalangnya data. Motherboard menghubungkan semua peralatan komputer dan
membuatnya bekerja sama sehingga komputer berjalan dengan lancar.
Lalu lintas data semuanya diatur oleh motherboard, mulai dari peranti peyimpanan (harddisk, CD-ROM), peranti masukan data (keyboard, mouse, scanner), atau printer untuk mencetak.
Lalu lintas data semuanya diatur oleh motherboard, mulai dari peranti peyimpanan (harddisk, CD-ROM), peranti masukan data (keyboard, mouse, scanner), atau printer untuk mencetak.
Komponen-komponen Motherboard antara
lain konektor power, socket atau slot prosesor, north bridge controler, socket
memori, konektor floppy dan IDE. AGP 4X slot, south bridge controler, standby
power LED, PCI slots, PS/2 mouse port , port paralel dan serial, PJ-45 port,
line in jack, line out jack, microphone jack, USB 2.0 port 3 dan port 4, konektor
key board, batere CMOS.
B.
Saran
Mudah-mudahan makalah
ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan bagi pembaca semuanya. Serta
diharapkan, dengan diselesaikannya makalah ini, baik pembaca dan penyusun lebih
paham apa yang dimaksud Motherboard, fungsi dan komponennya serta cara memilih
dan merawat Motherboard yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Supriyanto, Aji. 2005. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta:
Salemba Infotek.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Motherboard”
Penulisan makalah ini merupakan persyaratan
untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Hardware dan Jaringan di Politeknik
Dharma Patria Kebumen. Dalam penulisan makalah ini penulis
menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang
membantu dalam menyelesaikan Makalah ini, khususnya kepada :
- Bpk. M. Ari Munfaqih selaku dosen mata kuliah Pengantar Hardware dan Jaringan yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pkiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini
- Rekan-rekan semua di kelas TERM-W31/13.
- Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis.
- Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap
semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan
bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa
Robbal ‘Alamiin.
Dalam Penulisan makalah ini
penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik
dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Cilacap, 25 Juni 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul ………………………………………………………………….i
Kata Pengantar.................................................................................................... ii
Daftar Isi............................................................................................................. iii
Bab I : Pendahuluan............................................................................................ 1
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan................................................................................... 2
D. Sistematika
Penulisan............................................................................ 2
Bab II : Pembahasan........................................................................................... 3
A. Pengertian dan
Fungsi Motherboard..................................................... 3
B.
Sejarah Motherboard ......................................................................... 3
C.
Istilah-Istilah
dalam Motherboard......................................................... 4
D.
Komponen Motherboard....................................................................... 6
E.
Jenis-Jenis
Motherboard........................................................................ 14
F.
Faktor-Faktor
Penunjang dari Kinerja Motherboard............................. 16
G.
Langkah-langkah Memilih Motherboard.............................................. 18
H.
Perawatan
Motherboard........................................................................ 18
Bab III : Penutup................................................................................................ 19
A. Kesimpulan........................................................................................... 19
B. Saran...................................................................................................... 19
Daftar Pustaka
MOTHERBOARD
(DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS
PENGANTAR
HARDWARE DAN JARINGAN)
OLEH :
M.
FARID FIRMANSYAH 13314035
MIRZA SAHADAT
13314046
YOGI SUHANA 13314043
PROGRAM
DIPLOMA III
TEKNIK
ELEKTRONIKA DAN REKAM MEDIS KESEHATAN
POLITEKNIK
DHARMA PATRIA
KEBUMEN
2014
|




